Tampilkan postingan dengan label kegiatan kantor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kegiatan kantor. Tampilkan semua postingan

Senin, April 19, 2010

Berbagi Kebahagiaan


Salah satu media grup Kompas Tribun Pekanbaru merayakan hari jadinya yang
ketiga. Tribun juga membagi kebahagiaan mereka dengan mengunjungi redaksi
Riau Pos dengan membawa kue tart ulangtahun. Kedatangan Tribun dipimpin
langsung Pemimpin Redaksinya beserta beberapa awak redaksi dan disambut
Pemred Riau Pos bersama beberawa awak redaksinya pula di ruang rapat Riau
Pos. Acara cukup sederhana dengan menyanyikan lagu Selamat Ulang tahun dan
tiup lilin serta potong kue yang dinikmati seluruh awak redaksi yang berada
di kantor. Selamat Ulang Tahun Tribun Pekanbaru, semoga tambah jaya dan
mari bersama-sama kita mencerdaskan bangsa terutama di Bumi Lancang Kuning
tercinta ini.

Selasa, Maret 23, 2010

FUTSAL CERIA RIAU POS 2010


FUTSAL CERIA RIAU POS 2010
Futsal ceria Riau Pos 2010 kembali lagi. Kali ini lebih seru. Kelihatannya panitia sudah adil. Para pemain cewek diberi waktu penuh, yang kemarin hanya diberi kesempatan cuma lima menit. Asyik..sekarang sudah bermain full. Walau masih terkesan pelengkap saja. Soalnya jumlah pemain cowok tetap saja lima orang. Kami punya aturan baru pemain jadi enam orang ditambah satu cewek. Biasanya setiap tim, meminta pemain cewek menunggu gawang. Kalau ada operan bola langsung saja disodok ke jaring lawan. Siapa yang top skorer di akhir turnamen nanti akan mendapat hadiah. Begitu juga cowok. Makanya kami para cewek Riau Pos semangat 45 ikut futsal, walau kami harus ganti-ganti juga sesama cewek. Soalnya di setiap tim ada cewek sekitar 3 atau 4 orang. Biar semuanya rata, semuanya harus turun ke lapangan. Caranya ya itu tadi harus gantian. Kebetulan ada dua sesi pertandingan. Futsal kali ini tetap berhadiah total Rp30 jutaan.

Senin, Maret 08, 2010

Pramuka Menanam






Salah satu kegiatan kantor pramuka menanam yang diikuti oleh pramuka penegak dan singgalang se kota Pekanbaru. Usai acara foto bersama di depan Gedung Seni Idrus Tintin di komplek Bandar Serai Pekanbaru.
Melihat anak-anak pramuka singgalang dan penegak yang ikut kegiatan kantor ini, pikiranku langsung kembali puluhan tahun silam, saat aku masih sekolah di Pabelan. Apalagi mereka enerjik dan selalu riang. Tak henti-hentinya berkreasi, menyanyikan lagu-lagu gembira. Serasa aku berada diantara mereka...oh pabelan begitu banyak kenanganku di sana.




Kamis, Desember 31, 2009

Rolling jabatan

Tahun Baru Semangat Baru. Slogan ini sepertinya sudah menjadi tradisi setiap lembaga, perusahaan, instansi bahkan setiap orang. Pergatian tahun juga dihiasi dengan mutasi-mutasi baik perusahaan swasta maupun pemerintahan. Tak terkecuali Riau Pos. Tahun Baru berarti ada perubahan manajemen, struktur dan terutama pemasukan, walau kenaikannya terkadang tidak signifikan.
  Tepat Kamis sore, di akhir tahun 2009, jajaran redaksi rapat akhir tahun membahas perubahan tersebut. Promosi, mutasi dan rolling tugas itu sangat biasa di perusahaan kami. Tiga tahun belakangan 2007-2009, tugas saya berkutat dengan deadline dan berkaitan dengan koran. Mulai ditugaskan jadi Redpel Prootonomi beberapa bulan, kemudian dipercayakan memegang Metropolis, Terbitan Ahad dan kembali lagi ke Metropolis.Tapi tahun 2010 mulai terbitan 1 Januari, saya berpindah dari redpel Metropolis ke desk daerah, menangani berita-berita dari berbagai daerah kabupaten yang ada di Provinsi Riau. Secara fungsional, agak ringan. Saya cukup senang menerima perubahan ini, biar tak terasa monoton dengan tugas itu ke itu saja.
  Dalam foto ini kami tos bersama usai mengumumkan perubahan tersebut yang dipimpin lngsung CEO Riau Pos Grup,Pimpinan Umum, pimpinan perusahaan, pemred serta jajaran redaksi. Mudah-mudahan pencapaian 2010 lebih meningkat lagi. Itulah harapan kami bersama. Amin..




Kamis, Juni 04, 2009

Tawaran ke Jakarta

25 Mei 2009. Baru aja memasuki ruang rapat Riau Pos. Tiba-tiba saja saya ditawarkan korlip Riau Pos Asmawi, untuk ke Jakarta meliput acara RAPP. Dalam hati saya keJakarta? Wah..oke banget. Saya sangat menginginkannya. Kebetulan ibu dan saudara yang lain pada berangkat ke Jakarta karena salah seorang anak Ngah Syam (Pak Cik) yang selama ini tinggal di Petamburan menikah. Namanya Wulan. Saya kenal banget, sebab selama saya menjadi mahasiswa di Ciputat dulu setiap libur mainnya ke sini terus. Modal cepek naik Koantas Bima,sudah sampai di rumah ini. Walau pun berdesak-desakan, gerah, berdiri, dan tak jarang ada yang usil bukanlah suatu halangan.Tapi meliput RAPP, sebuah perusahaan pulp terbesar di Indonesia itu? Wah...saya mikir-mikir dulu, acara apa ya? Tawaran ini saya diamkan dulu sampai pekerjaan saya selesai. Sebelum pulang saya dapatkan Asmawi menanyakan tawaran tadi siang. Setelah melihat faks dari RAPP untuk meliput Hari Lingkungan Nasional, saya langsung mengiyakan. Maka, malam itu juga nama saya didaftarkan. Besoknya saya dihubungi Budi, humas RAPP kalau kami harus ngumpul di bandara sekitar jam lima sore, naik Garuda pemberangkatan jam enam.
27 Mei 2009. Saya sampai ke Bandara sekitar pukul 17.15 menit. Teman-teman sudah meunggu empat orang. Semuanya pria. Budi dari RAPP, wartawan Riau Mandiri, Pekanbaru Tribun, Riau Terkini.com, dan saya dari Riau Pos. Sampai di hotel sekitar jam sepuluhan. Soalnya kami singgah dulu di Lembur Kuring untuk makan malam. Saya merasakan keberangkatan ini benar-benar berkah. Karena sekali dayung dua tiga pulau terlampau. Saya berharap bisa menghadiri nikah adik dan bertemu dengan keluarga besar di Jakarta. Lebih dari itu saya juga berharap bisa bertemu kawan-kawan Mbelan dan kawan-kawan Ciputat. Amin....Alhamdulillah wa syukurillah.
.


Minggu, Mei 24, 2009

SENAM MASSAL ANAK


Senam massal anak-anak TK dan SD dengan jumlah 21 ribu lebih ini berhasil meraih rekor MURI. Senam yang digelar dalam rangka memperingati sewindunya Riau Pos Group (RPG) ini berlangsung di halaman MTC (Metropolitan City), Sabtu 23 Mei 2009 lalu.

Berkenaan dengan Sewindu RPG ini, sudah banyak aneka kegiatan yang digelar. Mulai lomba band, sepeda santai, jalan santai, launching Toko Buku 171 yang akan menjual buku murah dan 
berkualitas di komplek MTC,  dan puncaknya dilangsungkan malam minggu di Labersa Hotel.

Rabu, April 01, 2009

Tamu Kantor

Riau Pos memang dijadikan salah satu tempat wisata oleh para tamu, baik regional, nasional maupun internasional. Siapa pun yang datang ke Riau, khususnya Pekanbaru, pasti menyempatkan diri mengunjungi redaksi Riau Pos. Biasanya yang datang itu terdiri dari pejabat, politikus, ilmuan, atau kunjungan wisatawan luar negeri yang sedang melancong ke Pekanbaru.
Kebetulan, tamu Riau Pos yang datang Selasa, 31 Maret 2009 calon Presiden dari Partai Bulan Bintang yang juga mantan Mentri Kehakiman, Yusril Ihza Mahendra. Kedatangan Yusril didampingi para pengurus wilayah PBB Riau untuk menjelaskan beberapa hal. Tetunya sangat erat dengan kampanye yang sedang berlangsung saat ini.
Mantan Menteri Kehakiman RI ini, menegaskan, tuduhan korupsi terhadap dirinya soal proyek sidik jari di Depkeh yang dipimpinnya dulu tak terbukti. ''Hasil audit BPK terhadap saya tak terbukti saya korupsi. Kasihannya staf-staf saya sudah dibikin tersangka,'' ujarnya.


Sistem sidik jari dulu menurutnya sangat bagus karena identitas seseorang akurat. Rencananya mulai dari lahir anak-anak sudah diambil sidik jarinya. Konsep yang lalu itu Depkeh mengambil dokumen sidik jari dari paspor dan Surat Izin Mengemudi (SIM) masyarakat bekerja sama dengan polisi.

Kemudian mesin sidik jari itu memang tidak harus ditenderkan karena tak dijual bebas. Tapi harus dipesan khusus ke negara luar seperti Jerman atau Rusia yang cuma ada tiga produk yakni Darmalock, motorola, dan Rusia.
Yusril tokoh Masyumi ini mengajak masyarakat Riau mendukung perjuangan PBB menekan pajak agar lebih rendah dan tak memberatkan masyarakat. ''Kita kerja setengah mati, dipajak 40 persen. Lama-lama bisa mati usaha kita. Saya punya kantor dipajak Rp1juta per hari. Kalau pajak tinggi, orang lebih suka investasi ke luar negeri seperti Dubai,'' ujarnya.
PBB juga berjuang agar usaha pertambangan mendapat bantuan kredit perbankan terutama pengusaha pribumi, karena selama ini belum ada perbankan membantu kredit pertambangan. Akhirnya pengusaha tambang asing saja yang menguasai usaha pertambangan nasional. Sementara anak jati Indonesia tak mendapat kesempatan dalam usaha pertambangan. Di Eropa pajak tinggi tapi ada kompensasinya bagi warga negaranya, misalnya nonton gratis bagi warga negara yang tua.
''Datuk Maringgih saja tak mau bayar pajak blasting zaman Belanda dulu karena Indonesia ini tanah air nenek moyangnya, pajak mencekik rakyat sendiri,'' tambah Yusril. PBB berjuang untuk Riau di tingkat pusat agar mengamandemen UU No 32/2003 tentang dana bagi hasil (DBH) mencapai titik rasional, pendidikan untuk semua anak tak mampu diberi bantuan, ada Puskesman setiap desa, infrastruktur lebih mendesak dibanding membangun kantor Gubernur atau kantor Bupati.



Selasa, Maret 10, 2009

Refreshing di Danau Singkarak


Long week end kemarin, kantor Papanya anak-anak refreshing di Danau Singkarak, Sumatera Barat. Sebenarnya boleh bawa keluarga. Tapi karena hanya dua hari dan kelamaan di jalan, keluarga nggak ada yang ikut. Apalagi jalan ke Sumbar berliku. Untuk sekarang ini, pemandangan yang alami dan sangat eksotis di sepanjang jalan menuju Sumbar belum ampuh menghilangkan mabuknya anak-anak. Karena itu, biarlah Papa saja menikmati keindahan Danau Singkarak bersama rekan-rekannya se kantor.
      
 

Inilah salah satu view Danau Singkarak yang jaraknya memakan waktu sekitar lima jam dari Pekanbaru. Berlatarbelakang Gunung Merapi, danau ini sangat indah, ditambah airnya yang jernih.

Hampir semua masjid di Sumbar memiliki bangunan yang sama. Di sisi masjid dilengkapi sebuah kolam, sebagai ciri khas bangunan masjid lama. Ciri seperti ini juga dijumpai di berbagai kota di Indonesia.

Perjalanan menuju Danau Singkarak dipenuhi pemandangan yang hijau menyejukkan mata.

Pohon kelapa turut menambah indah pemandangan Danau Singkarak, seperti di pinggir pantai.

Refreshing di danau diramaikan dengan aneka permainan sala satunya mencari pasangan sepatu.

Peserta yang berebutan mencari sepatu masing-masing.

Lomba lainnya mengapit botol air mineral di antara dua lutut dan diberikan kepada tim dengan posisi yang sama.

Ini adalah Jam Gadang yang ada di Bukittinggi. Sebelum kembali ke Pekanbaru rombongan MX menyempatkan singgah di Pasar Atas Bukittinggi, sekalian beli oleh-oleh khas Bukittinggi kerupuk jangek (kulit).

Andong atau yang lebih dikenal engan bendi, siap mengantar para wisatawan keliling kota Bukittinggi.

Selain kerupuk kulit, khas Bukittinggi masih banyak, seperti ketupuk sanjay, beras rendang, kerupuk ubi dan aneka makanan lainnya.

Sabtu, Januari 24, 2009

Futsal 2009 Lebih Heboh!


Aksi heroik Kak Rinalti (redaktur senior) dalam menyelamatkan bola.

Dalam tiap tim yang jumlahnya lima orang, hanya satu perempuan yang diturunkan. Tampak Novi (tim dar der dor baju biru) siap menyambut bola yang dioper Andez.

Walau pertandingan persahabatan alias persaudaraan, tapi  tetap berjuang mati-matian.

Asyik memandang tim lain bertanding. Sementara papa anak-anak sedang memangku Mamnoor yang tertidur lelap.

Ekspresi kemenangan gol pertama oleh Isyam (Pemred Riau Pos yang baru)




Sabtu, 24 Januari 2009, saya ikutan futsal lagi. Sebenarnya futsal Riau Pos 2009 sudah dimulai dua pekan lalu, 10 Januari. Kebetulan saat itu sepupu saya nikah, jadinya nggak bisa ikutan. Sedangkan 17 Januari libur, karena zikir bersama memperingati HUT Riau Pos ke-18. Barulah Sabtu ini dimulai lagi.
Saya bergabung dengan tim ''Si Kecil'' timnya Pemred Riau Pos yang baru, Raja Isyam Azwar. Kalau dilihat dari pemainnya sih, oke banget. Ada harapan dapat Rp10 juta (berharap, boleh dong..). Tapi sayangnya, main tadi tim kami kalah tipis dengan tim ''Dar Der Dor''. Habis, kiper dar der dor, kiper timnas Riau Pos sih. Sangat menguasai gawang. Sulit dibobol. Ya, perjuangan si kecil selalu kandas. Tapi kami berusaha mencuri poin, yang akhirnya berhasil juga mendapat 3 angka. Sedangkan tim dar der dor unggul dua angka.
Tapi ngga apa-apa. Masih banyak waktu. Permainan berakhir menjelang puasa 2009 nanti. Cukup lama, ya. Memang disengaja, kok. Biar setiap week end punya kegiatan bersama. Setelah enam hari berkutat di kantor, Sabtunya bersantai ria di ajang futsal. Ternyata memang efektif, kok. Bisa mengendurkan syaraf walau ototnya makin tegang. Kan, capek nendang bola ke sana kemari. Malah ada yang harus diurut dan ditandu segala.
Yang jelas, futsal 2009 makin heboh dan rame. Semua divisi ikutan main. Kalau futsal 2008 hanya kami tim redaksi aja yang main. Sekarang divisi iklan, umum dan pemasaran ikut diturunkan. Semua peserta diacak, dan harus bercampur lebur jadi satu.

Sabtu, Januari 17, 2009

HUT Riau Pos ke 18


HUT Riau Pos ke 18, 17 Januari 2009 ditandai dengan potong tumpeng oleh CEO Riau Pos Grup Rida K Liamsi, 
disaksikan jajaran pimpinan RPG dan komisaris Riau Pos serta seluruh karyawan
 RPG baik yang berdomisili di Pekanbaru, maupun yang datang para wakil dari 
Batam, Padang dan Medan.

Sebelum potong tumpeng, sebagai manifestasi rasa syukur, keluarga besar RPG mendengarkan ceramah dari ustad yang mengingatkan kita kepada kematian. Betapa kematian itu sangat sakit. Salah satu contoh gambar dalam laptop, sebuah mayat orang Arab yang baru tiga jam dikubur. Kondisinya sangat mengenaskan seperti orang habis disiksa. Mata yang terbelalak, hidung hancur dan mulut yang mengeluarkan darah. Padahal sebelum dikubur mayatnya biasa saja. Rasanya dengan waktu tiga jam tak mungkin berubah secepat itu, kalau tidak terjadi apa-apa. Itulah kekuasaan Allah, menunjukkaan kepada kita siksaan kubur itu memang ada.
      Sesekali ustad mengajak kita berzikir, membaca istighfar, tasbih, tahmid, tahlil dan merenungi sejenak kesalahan yang telah kita perbuat, lalu langsung beristighfar.
Ultah Riau Pos kali ini sangat khidmat dan lebih berkesan dari tahun-tahun sebelumnya yang cenderung lebih hura-hura tanpa perenungan.

Suasana pembukaan yang diambil dari lantai dua gedung Riau Pos. Jumlah yang datang masih sedikit, karena banyak yang telat. Acara ini diisi dengan sambutan-sambutan dari pimpinan Riau Pos.

Saatnya makan nasi tumpeng yang ditunggu-tunggu sejak awal.

Selain nasi tumpeng, juga disediakan nasi kotak.

Ketahuan narsisnya, foto yang dimuat kelompok cewek semua yang ada diriku. Padahal foto lainnya di kelompok cowok juga tak kalah heboh.

Pokoknya nggak mau ketinggalan di foto. Nggak bisa setengah badan, kepala saja, jadilah. Asal kelihatan.

Nggak dimana saja, kalau ada kamera berusaha untuk mejeng.

Untang yang didepan menunduk, kalau berdiri, kelelep deh yang di belakang.

Nah ini baru kebagian foto di depan.
O, iya, karena judulnya berzikir, para karyawan diminta untuk berpakaian putih-putih. Rangkaian acara HUT dilanjutkan dengan pertandingan persahabatan futsal antar RPG divisi Pekanbaru, Batam, 
Padang dan Medan. Malam harinya acara eksklusif yang hanya dihadiri pimpinan 
dari seluruh cabang sekaligus pengumuman pimpinan yang baru. Sudah menjadi 
tradisi RPG setiap tahunnya merubah struktur. Ada mutasi ada pula promosi. 
 

Senin, Desember 15, 2008

Asyik, Futsal Lagi


Bahagianya setelah bagi-bagi hasil usaha.

Beginilah aksi awak redaksi usai penerimaan hadiah futsal.

Para pemenang futsal yang diwakili perempuan di masing-masing grup.

Pimpinan Umum Riau Pos H Makmur yang juga satu tim, membagikan uang hadiah untuk dibagi-bagi ke seluruh tim Pro Otonomi, sebagai juara ketiga.

Ini lho hadiahnya. Empat Juta Rupiah, bo!

Disaksikan Pemred Riau Pos Zulmansyah, Wapemred Syamsul Bahri Samin, yang juga ikut gembira melihat keceriaan awak redaksi Riau Pos.

Teman-teman redaksi kembali bakal mengadakan tanding futsal. Kalau tahun 2008, pertandingan khusus untuk awak redaksi. Tapi rencananya untuk tahun 2009, redaksi mengembangkan sayapnya dengan mengundang tim pemasaran dan tim iklan. Masing-masing hanya diundang satu grup dengan jumlah personilnya 10 orang.
Menurut Pemimpin Redaksi Riau Pos, Zulmansyah, pertandingan futsal ini ternyata terbukti mengikat silaturahmi antara redaksi. Bukan itu saja, pertandingan semakin menarik dengan hadiah-hadiah yang diberikan.
Kalau tahun 2008 lalu, nama-nama tim diambil dari rubrik koran Riau Pos. Misalnya, Pro Otonomi (grupku), Metropolis, Liputan Khusus, Nasional, Selebritis dan lainnya.
Untuk 2009 ini, belum tahu pasti apakah namanya masih mengambil dari rubrik koran. Saat aku nulis ini, masih pembukaan pendaftran bagi siapa yang berminat. SOalnya, Futsal 2008, ada teman-teman yang dimasukkan dalam tim, tidak aktif. Makanya, untuk Futsal 2009, yang mendaftar harus konsekuen dengan tekadnya. Kalau ternyata memang sanggup hadir dalam pertandingan tanpa halangan apapun, silahkan mendaftar. Tapi, kalau rasa-rasanya memang tak minat atau tak dapat hadir secara kontinu, ya, mendingan nggak usah daftar. Hal itu akan merepotkan tim saja.
Untuk Futsal 2008, timku Prootonomi berhasil meraih juara tiga. Hadiahnya sebesar Rp4000.000. Lumayan dibagi-bagi sesama tim yang jumlahnya 12 orang.
Mudah-mudahan saja Futsal 2009 aku bergabung dengan tim yang hebat. Biar bisa mendapat hadiah yang hebat pula. Rp10 jeti, bo!!!!Lumayan, kan?

Up Grading Redaktur



Sabtu 13 Desember 2008, kami awak redaksi, mulai dari reporter, redaktur, koordinator liputan, redpael dan asisten, mengikuti up grading jurnalistik di Hotel Furaya, Pekanbaru.
Up grading tersebut selain menyambut akhir tahun, juga menyegarkan kembali awak redaksi Riau Pos, yang selama ini hanya berkutat di kantor. Selain itu, juga untuk mengulang ilmu yang mungkin ada yang terlupakan, sekaligus menambah wawasan baru tentang kondisi riil perusahaan, yang intinya, pada tahun 2009 redaksi harus memiliki semangat baru untuk berkarya, berproduksi, sehingga Riau Pos selalu dinanti penggemarnya setianya.