Rabu, Maret 10, 2010

Jogging di Masjid Agung





Paling asyik Sabtu sore jogging di halaman Masjid Agung Annur. Tempatnya cukup representatif. Hampir setiap pagi dan sore warga kota Pekanbaru memanfaatkan tempat ini. Tapi yang lebih banyak pada hari-hari libur. Yang datang pun multi etnis, karena memang disediakan untuk jogging atau sekedar berjalan kaki. Sudah beberapa pekan ini keluargaku menghabiskan waktu sore di sini. Bapaknya anak-anak sanggup lari beberapa kali putaran. Kalau aku tak sanggup lebih enjoy berjalan cepat. Yang penting keluar keringat. Walau kadang-kadang terganggu oleh bungsuku yang ingin mengiringi langkahku. Bayangkan sajalah anak umur empat tahunan berapa langkah bisa ikut jogging. Ya..ujung-ujungnya mengikuti kemauan si bungsu. Istirahat dan cari yang segar-segar.

Senin, Maret 08, 2010

Pramuka Menanam






Salah satu kegiatan kantor pramuka menanam yang diikuti oleh pramuka penegak dan singgalang se kota Pekanbaru. Usai acara foto bersama di depan Gedung Seni Idrus Tintin di komplek Bandar Serai Pekanbaru.
Melihat anak-anak pramuka singgalang dan penegak yang ikut kegiatan kantor ini, pikiranku langsung kembali puluhan tahun silam, saat aku masih sekolah di Pabelan. Apalagi mereka enerjik dan selalu riang. Tak henti-hentinya berkreasi, menyanyikan lagu-lagu gembira. Serasa aku berada diantara mereka...oh pabelan begitu banyak kenanganku di sana.




Rabu, Februari 24, 2010

Pesona Sungai Musi






Masjid Muara Ogan tempat makamnya seorang wali Allah di Sumatera Selatan. Di masjid ini ada saja orang (kadang dari luar palembang) yang berziarah di makam Kiyai Muara Ogan. Mereka tak lupa membawa sesaji berupa nasi putih dan telur. Kata penjaga makam, keluarga Ki Muara Ogan, nasi tersebut akan dimakan oleh anak cucu dan kalau berlebih akan diberikan kepada warga sekitar. Mereka yang datang kebanyakan minta didoakan macam-macam. Waktu saya di sana ada sebuah keluarga sambil membawa anaknya yang kelihatan sakit. Setelah ziarah sebentar di makam, keluarga ini meminta tolong didoakan dengan penjaga makam yang juga keturunan Muara Ogan.
Menurut keluarga, Muara Ogan merupakan pahlawan Sumsel yang berani melawan penjajahan Belanda. Beliau memiliki ilmu kanuragan dan sangat menentang penjajahan sehingga beliau sangat dihormati hingga sekarang.










Di Palembang kita bisa menemukan warung terapung yang awalnya saya kira perahu untuk disewakan. Setelah mendekat ternyata merupakan warung nasi dengan beragam masakan. Ada masakan Jawa, Padang, Palembang dan lainnya. Juga kalau kita naik perahu atau speedboat sepanjang Sungai Musi akan melihat rumah terapung yang kalau air surut dia ikut ke bawah, jika pasang ikut pula ke atas.










Usai peringatan HPN (Hari pers Nasional 2010) peserta ditawarkan beberapa alternatif wisata di Palembang diantaranya Musi Tour. Pastinya entah siapa saja yang ikut saya kurang tahu, yang jelas, rombongan saya dan teman-teman adalah kontingen dari Sumatera Utara. Selain mengunjungi Masjid Muara Ogan, kami juga di bawa ke sebuah Pulau legendaris bernama Pulau Kemaro.

















Jumat, Februari 19, 2010

Masuk Tiga Besar

Obsesi merebut peringkat satu di kejuaraan eksibisi tenis meja untuk IKWI Porwanas di Palembang kemaren (8/2/2010) tak berhasil, hanya bisa menempati posisi tiga dan berhak meraih medali perunggu beserta maskot harimau sumatera yang disediakan panitia. Pada babak semi final, tim Riau harus tunduk dengan tim Jogya yang mendapatkan medali perak. Sedangkan medali emas direbut oleh tim NTB. Sebelumnya, pada malam technical meeting, saat panitia setempat memberitahukan kalau hanya satu pertandingan saja yang digelar yaitu partai ganda, kontan saja membuat beberapa kontingen terkejut, termasuk Riau, karena tidak menduga kalau pertandingan hanya dobel saja. sementara single ditiadakan, mengingat waktu dan terbatasnya medali + maskot yang disediakan panitia untuk enam pemenang. 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu berikut 6 maskot. Saya yang paling kaget dengan pernyataan itu, karena tim Riau sama sekali tidak mempersiapkan tim ganda. Obsesi saya untuk bisa meraih juara satu langsung sirna, karena tidak begitu yakin bisa bermain dalam partai ganda tanpa latihan sekalipun. Apalagi kemampuan kami berdua tidak seimbang. Tapi apa boleh buat. Panitia setempat sudah membuat keputusan yang tak bisa dibatalkan karena mengingat, menimbang dan seterusnya..(seperti SK aja). Ada peristiwa yang menurut saya lucu ketika tim Kalimantan Timur tak mau bertanding dengan tim Riau untuk menentukan juara tiga. Tim Kaltim berupaya membujuk kami agar jangan mau bertanding. Biar juaranya ganda. Setelah musyawarah dan keputusan panitia serta desakan kontingen Riau harus bertanding, akhirnya Kaltim mengalah dan mau juga bertanding dari pada kalah WO. Mudah-mudahan Porwanas berikutnya di Jawa Timur, kalau masih ada eksibisi saya diberi kesempatan mewakili Riau, akan kembali mewujudkan obsesi yang belum sempat terwujud itu. Amin....














Rabu, Februari 03, 2010

Obsesi Juara Satu




Penyerahan petaka dari wakil gubernur Riau kepada ketua kontingen Porwanas Riau sebagai tanda dilepaskannya secara resmi menuju Palembang. Pelepasan ini juga diiringi beban agar bisa mempertahankan juara umum yang sudah direbut kontingen Riau dua kali berturut-turut saat menjadi tuan rumah 2005 dan Porwanas di Samarinda Kalimantan Timur tahun 2007 lalu.
Sebenarnya sudah untuk kedua kalinya aku ikut tanding tenis meja tingkat nasional walau hanya pertandingan persahabatan atau eksibisi. Dulu, pas Porwanas di Pekanbaru tahun 2005, aku cuma berhasil masuk enam besar alias juara harapan tiga. Sekarang, Porwanas Palembang kembali digelar eksibisi tenis meja untuk IKWI (Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia). Alhamdulillah, aku terpilih mewakili IKWI Riau. Tentunya setelah mengadakan seleksi antar anggota IKWI. Harapanku tentunya to be number one. Aku berusaha meraih itu. Walau tidak seprofesional atlit alias amatiran, aku ingin melengkapi kemenanganku sebagai juara nasional tenis meja. Aku ingat, saat di pondok, aku berhasil meraih juara pertama dalam lomba ini. Setelah itu di Kampus Ciputat, acara Porseni mahasiswa aku juga berhasil menyingkirkan lawan-lawanku utusan dari fakultas yang ada di IAIN (sekarang UIN). Kemudian di lingkungan tempat tinggal, kantor, organisasi, aku juga berhasil menjadi yang pertama dalam lomba ini. Salahkah aku kalau ingin melengkapi gelar kejuaraanku? Mudah2an dalam pertandingan 8 Februari di Palembang nanti. aku bisa menggapai obsesiku itu, paling tidak tiga besar. Amin....

Rabu, Januari 20, 2010

weekend di Alam Mayang



ആഖിര്‍ ലിബുരന്‍ സെകൊലഹ്, സ്ട് ഗന്ഗ് രമായി-രമായി രേക്രീസി ഡി അലം മയങ്ങ, സെബുഅഹ് റെമ്പറ്റ് യന്ഗ് സുകുപ് രേപ്രേസേന്ടടിഫ് ബാറ്റ്

HUT Riau Pos ke 19

17 Januari 2010 lalu, usia harian Riau Pos sudah menginjak angka 19 tahun. Seluruh warga Riau ikut memeriahkan HUT Riau Pos ini dengan komentar2 yang beragam. Semuanya menyambut positif dan menyetujui kalau Riau Pos tetap terdepan dan pertama dibaca. Yang terpenting adalah Riau Pos turut membangun negeri ini (Provinsi Riau) dengan berita2nya. Kami pun (jajaran redaksi) membuat elu-eluan berupa komentar, prestasi selama 2009 selama tiga hari berturut-turut. Mulai Sabtu, Ahad dan Senin. Semoga ke depananya Riau Pos tetap eksis dan makin berjaya.

Untuk mengabadikan momen 19 tahun ini, kami pun foto bersama dengan membentuk angka 19. Semua bergabung, termasuk Pak Rida dan CEO RPG Makmur yang kebetulan masih berada di kantor. Lihatlah senyum ceria kami yang terus optimis memberikan pencerahan bagi negeri ini.