Jumat, Desember 12, 2008

Penjara Perempuan


Salah seorang penghuni Lapas (lembaga pemasyarakatan) anak dan wanita Pekanbaru adalah bidan kampungku, nomor dua dari kiri. Namanya Mbah Waginem. Mbah Waginem terseret kasus aborsi. Si pelaku yang hamil di luar nikah minta obat kepada 
Mbah Waginem biar kandungannya bisa dibuang. Alasannya, dia malu hamil di luar nikah. 
Oleh Mbah waginem, si pelaku disuruh minum Kiranti. Jumlahnya tidak diceritakan 
Mbah kepadaku. Hanya beberapa hari setelah minum Kiranti, janinnya keluar. Tapi 
saat itu tidak terjadi apaapa pada wanita tersebut. Mbah Waginem merasa nggak beresiko, 
lalu pergi ke 
Tanjung Pinang untuk menemui keluarga yang sedang pesta. Saat itulah aku membaca berita
kalau Mbah Waginem sedang diburu karena kasus aborsi. Dia disebut melarikan diri. 
Akhirnya persembunyiannya diketahui di Tanjung Pinang. 
Menurut Mbah, sewaktu polisi datang menemuinya di Tanjung Pinang, mungkin minta bantuannya. Soalnya, sebulan sebelumnya dirinya membantu istri polisi yang melahirkan. Ehhh..nggak tahunya dia ditangkap dan dibawa ke Pekanbaru sebagai tersangka.
Apapun itu, menurutku Mbah Waginem memang khilaf. Mungkin saja dia perlu uang sebab
saat itu dia dibayar satu juta rupiah. Sisanya kalau wanita tersebut ada uang akan diberikan lagi. Mbah Waginem membantah kalau dia dibayar empat juta rupiah. Yang benar dua juta saja, katanya. Aku hanya bisa mendengarkan saja curhatnya Mbah waktu aku berkunjung ke Lapas. Kebetulan aku sering ke sana meliput acara ibu-ibu BKMT yang diketuai mertuanya Gubernur Riau, Hj Roslaini Ismail Suko. Saking seringnya aku ke lapas, aku memiliki banyak teman di sana. Rata-rata kasus yang menimpa mereka narkoba. Kasus lainnya bisa dihitung.

Foto di atas aku ambil di kamar nomor lima di Lapas Anak dan Wanita. Tempatnya Mbah Waginem. Saat itu Mbah Waginem baru satu minggu menjadi penghuni lapas, titipan dari Mapolres yang kehabisan tempat. Di kamar, Mbah Waginem juga tak kebagian dipan. Dia terpaksa tidur di lantai dekat pintu. Dalam hati aku kasihan sekali melihatnya. Tapi aku bisa berbuat apa? Yang ku bisa hanya memberinya semangat agar tabah menjalani segala cobaan hidup yang dilaluinya.

Para penghuni Lapas Wanita yang sedang mendapat siraman rohani dari BKMT Provinsi Riau. Peristiwa ini menjelang Pilkada Riau. Kesempatan tersebut digunakan untuk kampanye terselubung dengan membagikan jilbab putih yang bertuliskan RZ (Rusli Zainal) yang berhasil merebut hati rakyat Riau.

Ira (paling kanan) minta difoto untuk kenang-kenangan. Tapi dia wanti-wanti juga, kalau foto mereka tidak dipublikasikan.

Ira bersama siapa, ya? Aku lupa. Yang aku ingat aku punya hutang dengan teman satu ini. Hutangku ya foto ini. Sapai dia bebas, aku belum juga sempat ke penjara memberikan foto ini. Padahal dia berharap agar aku bisa memberikan fotonya sebelum dia bebas dan kembali ke kampung halamannya di Padang. Kasusnya kalau tak salah pencurian. Sedangkan Ira (biru muda) narkoba sebagai pengedar. Kalau tak salah lagi dia akan bebas Maret 2009 mendatang setelah tiga tahun menjalani hukuman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

selamat berkomentar