Selasa, April 14, 2009

Dari Genting ke Malaka


Usai menjalani cowboy show, berfoto dengan aktor dan aktris yang sebagiannya dari Indonesia.

Aksi cowboy yang cukup menegangkan.

Salah satu atraksi orang utan di A Famosa Malaka.

Mobil berjeruji besi yang membawa pengunjung keliling di Taman Safari A famosa.

Hanya semalam kami menginap di Genting. Besoknya, setelah berkeliling di Genting, kami melanjutkan perjalanan ke Malaka. Jarak tempuhnya sekitar dua jam. sebelum sampai di Malaka dan tempat penginapan Hotel Century Malaka, ternyata kami dibawa ke sebuah tempat rekreasi seperti Taman Safari Cisarua Bogor. Namanya A ' famosa. Hanya saja di A'Famosa hiburannya lebih lengkap. Tidak semata taman safari. Tetapi masih ada lagi wisata pertunjukan aneka binatang seperti di Ancol dan sebuah pertunjukan tentang aksi heroiknya para cowboy. Tiga tempat ini saja yang kami nikmati. Saya lupa berapa luasnya taman A'famosa ini. Soalnya di sini juga tersedia hotel, lapangan golf, kolam renang dan wisata kolam buatan seperti danau.
Oya, sebelum ke A'Famosa, kami menyempatkan diri singgah di Menara Kembar Petronas yang terkenal itu. Walau tak sempat naik ke gedungnya, cukup mengabadikan kedatangan kami berfoto ria di sekitar gedung.
Di A'Famosa kami lebih dulu diajak keliling di Taman Safarinya. Kami naik mobil yang bejeruji besi dan dilapisi kaca. Bedanya dengan Taman Safari, di sini tidak boleh menggunakan kendaraan pribadi. Bagi pengunjung ingin berkeliling demi keamanan, harus menaiki mobil yang disediakan pengelola.
Setelah puas diajak berkeliling, kami makan siang di sebuah tempat makan yang sudah disediakan. Saat itu kami langsung ditemani manajer A'famosa David Chow. Dugaan kami saat itu, tentu setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Malaka, ternyata tidak. Kami masih dibawa untuk menikmati pertunjukan aneka binatang, mulai dari singa laut, anjing laut, beruang, monyet, pokoknya banyak deh termasuk jenis burung.
Setelah itu dilanjutkan dengan menyaksikan pertunjukan cowboy, yang pemainnya dari Thailand dan Indonesia (TKI). Aksi mereka cukup menegangkan memang, mulai dari naik kuda dengan kecepatan yang lumayan, aksi penculikan seorang putri seorang suku indian, aksi penyelamatan dihiasi dengan baku tembak dan baku hantam, melompat dari gedung ke tanah sampai akhirnya putri bisa tertolong.
Usai pertunjukan aku mengajak para pemain untuk berfoto. Waktu itulah aku tahu kalau beberapa pemain tersebut berasal dari Indonesia. Di tempat pertunjukan itu juga aku berkenalan dengan pedagang asongan yang juga dari Indonesia. Anak itu bercerita kalau jumlah TKI yang bekerja di A'Famosa cukup banyak.
Karena hari sudah menjelang sore, kami tak sempat berkeliling di A'Famosa yang cukup luas itu. Cukup dari jauh saja kami meihat apa saja yang terdapat di lingkungan A'Famosa, lapangan golf, hotel dan danau. Kami pun melanjutkan perjalanan ke Malaka langsung menuju Hotel Century yang letaknya di pinggir laut.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

selamat berkomentar